Senin, 27 Februari 2012

Masa Depan

Satu hal yang pasti dari masa depan adalah ketidakpastian.

Masa depan tidak disongsong, tetapi harus dibangun. Masa depan tidak datang sendiri sebagai sesuatu yang sudah jadi dan juga bukan hasil proses hukum alam. Manusia mentransformasi masa depan. Dari pada mengantisipasi bencana, seharusnya manusia yang harus berubah tidak menjadi faktor bencana.

Kompas|Opini|Sabtu, 07 Januari 2012|Sejarah Masa Depan|Yonky Karman, Pengajar di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta

Minggu, 19 Februari 2012

Guru Honorer

Di depan kelas kau berusaha tersenyum
Namun, di dalam hati kau menangis

Aku tidak punya apa-apa anakku
Selain buku dan sedikit ilmu

Jika kalian libur dan datang ke rumahku, jangan takut anakku...
Genteng yang bocor itu
Gelas yang tak berisi air itu
Piring yang tak berisi nasi

Kalian akan bercerita tentang aku
Tentang potret kehidupanku sebagai guru

Penggalan Puisi Atrianil |Teladan Bangsa yang Terpinggirkan |Kompas, 23 Juni 2009

Rabu, 15 Februari 2012

Televisi dan Kemiskinan

Kami adalah sisa-sisa dari sistem sosial lama yang masih percaya pada penyelenggaraan kehidupan berdasarkan srawung - berhubungan langsung dalam hubungan darah daging. Hidup kami mungkin berkekurangan dan susah tetapi kami melihat dan menghayatinya tidak seperti dalam prespektif program program televisi, di mana orang kota hadir, tinggal bersama kami, lalu mendeskripsikan penderitaan kami secara visual.

Ada yang tidak di tangkap oleh sajian visual, yang memang di maksud untuk mengomodifikasikan kemiskinan menjadi komoditas hiburan, yakni kami punya daya hidup. Kami tidak merayakan kemiskinan, tetapi tahu ada nilai-nilai hidup yang tetap harus di jaga.

Tafsir kehidupan dari satu lingkungan sosial yang telah termanipulasi produk teknologi informasi itulah yang kini mengaburkan mana yang nyata dengan mana yang tidak nyata. ... .masyarakat ini telah menjadi masyarakat tontonan.

Dunia visual – disebabkan sifat teknologinya – cenderung mendistorsi dan mengorup realitas. Problemnya, spektakel atau tontonan seperti tersaji di televisi, kini tidak lagi diterima sebagai realitas yang telah berdistorsi atau terkorup, tetapi diterima sebagai kenyataan baru atau meminjam istilah teman-teman filsafat sebagai weltanschauung – suatu semangat yang telah terealisasikan menjadi kenyataan baru, kesunyatan baru.

Bagaimana di era di mana kebudayaan visual menjadi panglima dan menguasai segala-galanya sekarang? Yang karena mahalnya teknologi, asas penyelenggaraannya pun umumnya di dasarkan asas perdagangan? Yang penting rating bagus, laku di jual, dan pemirsa senang? Serta memuaskan narsisme kelas menengah?

Untung para Nabi hadir ribuan tahun lalu. Kalau nabi ada sekarang, dia akan muncul di televisi dan kami bakal berhenti mempercayainya.

Kompas|Minggu, 18 Desember 2011|Laporan Akhir Tahun|Doa Bulan November|BRE

Selasa, 07 Februari 2012

BOHONG

Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi Online mengartikan bohong sebagai tidak sesuai dengan hal yang sebenarnya atau bukan yang sebenarnya (palsu). Maka, dengan pengertian ini, berbohong berarti menyatakan yang tidak sebenarnya.

Berdasarkan bentuk dan motifnya, bohong banyak macamnya. Ada yang dikenal sebagai bohong besar (big lie). Bohong besar berupaya untuk mengelabui korban untuk mempercayai yang sebenarnya kontradiktif dengan apa yang ia ketahui, atau pemahaman umum. Ini adalah pemutar balikan fakta. Konon, Adolf Hitler adalah tokoh kebohongan ini

Kompas | Opini | Albiner Siagian | Senin, 17 Januari 2011

11 aturan yang tidak dipelajari anak Anda di sekolah

Aturan 1: Hidup ini tidak fair, tidak adil – biasakan diri dengannya!

Aturan 2: Dunia tidak peduli dengan rasa harga dirimu. Dunia mengharapkan Anda menyelesaikan sesuatu SEBELUM Anda merasa baik tentang diri Anda.

Aturan 3: Anda TIDAK akan mendapatkan uang $ 60 000 (Rp 600 000 000) setahun setelah Anda tamat sekolah menengah. Anda tidak akan menjadi wakil direktur dengan sebuah telepon mobil sampai Anda mendapatkan kedua-duanya (penghasilan sebesar itu dan jabatan seperti itu).

Aturan 4: Jika Anda pikir gurumu keras, tunggulah sampai Anda mendapatkan seorang bos.

Aturan 5: Pekerjaan hina dengan penghasilan  rendah tidaklah mengurangi kehormatan Anda. Kakek-nenekmu punya istilah berbeda untuk pekerjaan seperti itu: mereka menyebutnya kesempatan.

Aturan 6: Jika Anda gagal, itu bukanlah kesalahan orang tuamu. Karena itu, janganlah sesali kesalahanmu, belajarlah dari kesalahan itu.

Aturan 7: Sebelum Anda lahir, orang tuamu tidak merasa sebosan sekarang. Mereka bosan karena membayar rekening tagihan untukmu, mencuci pakaianmu, dan mendengarkan ocehanmu tentang betapa dinginnya udara. Karena itu, sebelum Anda selamatkan hutan tropis dari parasit generasi orang tuamu, cobalah bersihkan kloset (WC) di kamarmu sendiri.

Aturan 8: Sekolahmu mungkin telah menentukan siapa pemenang dan pecundang (yang kalah), tapi hidup TIDAKLAH DEMIKIAN. Di beberapa sekolah, mereka telah menghapus nilai gagal dan mereka akan memberimu BANYAK KESEMPATAN sesuai dengan keinginanmu untuk mendapatkan jawaban yang benar. Ini sama sekali tidak menggambarkan APA PUN dalam kehidupan nyata.

Aturan 9: Kehidupan tidak dibagi ke dalam semester demi semester. Anda tidak mendapatkan liburan tahunan dan hanya segelintir majikan yang berminat membantu Anda MENDAPATKAH LIBURAN. Lakukan itu dengan mengatur waktu Anda sendiri.

Aturan 10: Televisi BUKANLAH kehidupan yang nyata. Dalam kehidupan nyata sesungguhnya orang harus meninggalkan kedai kopi dan pergi bekerja.

Aturan 11: Berbaik-baiklah dengan orang yang tidak mampu atau bodoh. Bisa terjadi suatu waktu kelak Anda terpaksa bekerja pada salah seorang seperti itu.

Bill Gates

Senin, 06 Februari 2012

Berobat Sesuai Syariat Agama

TANYA                 :
Assalamualaikum wr wb
Paman saya mempunyai kepercayaan yang unik. Jika beliau sakit, beliau tidak hanya pergi ke dokter, tapi juga ke kiai. Dan sang kiai selalu mengatakan, ada orang yang berniat pada paman dengan mengirimkan penyakit itu. Lalu, sang kiai memberi paman air yang sudah diberi do’a (biasanya dalam bahasa Arab) supaya diminum tidak hanya oleh paman, tapi juga oleh keluarga.
Apakah perbuatan ini benar dalam Islam? Saya takut paman telah beruat syirik. Mohon penjelasan.
Hamba Allah, Jakarta
JAWAB                                 :

Jumat, 03 Februari 2012

Benda seni di Istana Presiden

Bung Karno adalah perintis pengoleksian benda-benda seni untuk Istana Presiden, namun ia tidak berhasrat untuk menghitung nilai nominalnya. Pada saat Istana dikuasai Presiden Soeharto benda seni di Istana presiden di posisikan sebagai benda hiasan belaka, istana tidak pernah mendaftarkan benda-benda tersebut sebagai aset negara. Secara resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) menghargai tiap benda koleksi itu hanya satu rupiah.

Jumlah keseluruhan benda seni milik Istana Presiden, sesuai pendataan per 31 Desember 2010, sebanyak 15.991 buah. Koleksi itu dikumpulkan sejak zaman Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Rincian jumlah koleksi tersebut, adalah :

AL-BARZANJI

Al-Barzanji adalah sebutan lain bagi kitab Ilqd al-Jawahir (Kalung Permata), ditulis oleh Syekh Jaifaral-Barzanji bin Husen bin Abdul Karim yang lahir di Madinah tahun 1690 dan meninggal di sana pada 1766. nama al-Barzanji di bangsakan kepada penulisnya, yang juga diambil dari tempat asal keturunannya yaitu daerah Barzinj atau Kurdistan.

Nama al-Barzanji menjadi populer tahun 1920-an ketika Syekh Mahmud al-Barzanji memimpin pemberontakan nasional Kurdi terhadap Inggris yang pada waktu itu menguasai Irak. Kitab al-Barzanji di tulis dengan tujuan untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dab meningkatkan ghirah umat. Dalam kitab itu riwayat Nabi SAW dilukiskan dengan bahasa yang indah dalam bentuk puisi serta prosa (nasr) dan kasidah yang sangat menarik.

asal usul BANDUNG

Mengenai asal-usul nama "Bandung", dikemukakan berbagai pendapat. Sebagian mengatakan bahwa, kata "Bandung" dalam bahasa Sunda, identik dengan kata "banding" dalam Bahasa Indonesia, berarti berdampingan. Ngabanding (Sunda) berarti berdampingan atau berdekatan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka (1994) dan Kamus Sunda-Indonesia terbitan Pustaka Setia (1996), bahwa kata bandung berarti berpasangan dan berarti pula berdampingan.

Pendapat lain mengatakan, bahwa kata "bandung" mengandung arti besar atau luas. Kata itu berasal dari kata bandeng. Dalam bahasa Sunda, ngabandeng berarti genangan air yang luas dan tampak tenang, namun terkesan menyeramkan. Diduga kata bandeng itu kemudian berubah bunyi menjadi Bandung. Ada pendapat lain yang menyatakan bahwa kata Bandung berasal dari kata bendung.
Pendapat-pendapat tentang asal dan arti kata Bandung, rupanya berkaitan dengan peristiwa terbendungnya aliran Sungai Citarum purba di daerah Padalarang oleh lahar Gunung Tangkuban Parahu yang meletus pada masa holosen (± 6000 tahun yang lalu).

Bancakan Jenang

Syukur dan Pelestarian Pangan di “Negeri Janang Kudus”

.................................
Jenang atau yang kerap disebut dodol
Berdasarkan data Desa Kaliputu, ada 48 industri jenang skala besar maupun kecil,....setiap industri jenang menyerap 15-50 tenaga kerja. Setidaknya sekitar 960 warga bekerja di sektor industri jenang dari total penduduk Desa Kaliputu 2.094 orang.

Mitos

Berikut adalah cerita dari Kepala Desa kaliputu, Suyadi.

AIR MATA WANITA

"Saat Ku ciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulang kali ia menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat  semua orang sudah putus asa.

Kita Vs Koruptor


“Mungkin saya bodoh, mungkin juga saya salah. Tetapi kebodohan dan kesalahan saya itu tidak akan saya sesali sampai mati...”
-          Ketika Woko hendak menerima sogokan

“Ketika kamu menyerah kepada ketidakjujuran. Matahari akan menangis......dan halilintar akan tertawa....”
-          Dongeng moral guru Markun

 Kompas|Minggu, 29 Januari 2012|Hiburan|