Minggu, 18 Desember 2011

REPUBLIK NUSANTARA

Apa yang anda lakukan kalau menjadi presiden negeri ini?

Ada hal  sederhana yang tampaknya perlu dilakukan. Yakni, mengajak seluruh bangsa ini bersepakat. Nama negara ini perlu diganti. Nama Indonesia terasa sudah kurang segar. Kurang mampu memberi gairah, apa lagi menggetarkan warganya. Nama Indonesia terasa lebih memenuhi keperluan legal formal. Bukan keperluan untuk dapat memberi nilai maknawi yang substansial. Misalnya mendorong etos warganya.

Jumat, 16 Desember 2011

Agama dan Perubahan Iklim

Fachruddin Mangunjaya
Ø  Fellow The Climate Project Indonesia
Ø  Staf Conservation International Indonesia untuk Conservation & Religion Initiative
Kompas, Sabtu 26 Desember 2009

Agama adalah soal keyakinan yang membantu seseorang untuk menemukan jati diri, berprilaku mulia dan menjunjung nilai-nilai kehidupan, kesakralan, ibadah, kejujuran, dan pengabdian atas dasar spiritualitas yang dianutnya. Agama yang mewariskan kepada manusia bentuk budaya dan tradisi yang dipelihara dengan baik sehingga manusia mampu hidup selaras dan berdampingan.

Kamis, 15 Desember 2011

APAKAH SUDAH ENGKAU LAKUKAN ?

Pada sebuah khutbah dari Syaikh Muhammad Al Munjid, mengawali ceramahnya dengan sebuah pertanyaan, kenapa kita tidak menerapkan apa yang sudah kita ketahui??

Kemudian dalam ceramahnya ia melontarkan banyak pertanyaan;

Keislaman Indonesia

Sebuah penelitian sosial bertema “How Islamic are Islamic Countries” menilai Selandia Baru berada di urutan pertama negara yang paling Islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan kedua. Sementara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140.

Kamis, 08 Desember 2011

Dee


Engkau hadir dengan ketiadaan.
Sederhana dalam ketidakmengertian.
Gerakmu tiada pasti
Namun aku terus di sini Mencintaimu

Entah kenapa.

Rabu, 07 Desember 2011

Berpikir

Setiap orang berpikir bagaimana mengubah dunia, tetapi tidak ada yang berpikir bagaimana mengubah diri sendiri.

Leo Toistoy, Sastrawan Rusia, 1828-1910_

HAMKA

Hidup mewah merusak jiwa dan bangsa. Kemewahan menjadi bibit yang memundurkan jiwa. Ukuran mewah atau belum mewah adalah ukuran kesehatan jiwa masyarakat berpikir.

·         Adil adalah menimbang yang sama berat, menyalahkan yang salah membenarkan yang benar, mengembalikan hak yang empunya dan jangan zalim diatasnya.

Keinginan kepada harta tidak terbatas, padahal hidup sendiri terbatas. Kalau manusia tidak membataskan seleranya sampai matinya dia tidak merasa puas apa yang ada.

Hamka_Republika_