Tampilkan postingan dengan label Kutipan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutipan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Februari 2012

Kita Vs Koruptor


“Mungkin saya bodoh, mungkin juga saya salah. Tetapi kebodohan dan kesalahan saya itu tidak akan saya sesali sampai mati...”
-          Ketika Woko hendak menerima sogokan

“Ketika kamu menyerah kepada ketidakjujuran. Matahari akan menangis......dan halilintar akan tertawa....”
-          Dongeng moral guru Markun

 Kompas|Minggu, 29 Januari 2012|Hiburan|

Senin, 30 Januari 2012

Bangsa Kasihan

Kasihan bangsa yang mengenakan pakaian yang tidak ditenunnya, memakan roti dari gandum 
yang tidak ia panen, dan meminum susu yang ia tidak memerasnya. 

Kasihan bangsa
yang menjadikan orang dungu sebagai pahlawan dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah.

Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya
ketika tidur, 
sementara menyerah padanya
ketika bangun.

Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan,
tidak sesumbar kecuali di reruntuhan,
dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya sudah berada di antara pedang dan landasan. 

Kasihan bangsa yang negarawannya serigala, filosofnya gentong nasi, 
dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru. 

Kasihan bangsa
yang menyambut penguasa barunya dengan terompet kehormatan, namun melepasnya dengan cacian, hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan terompet lagi.

Kasihan bangsa
yang orang sucinya dungu menghitung tahun-tahun berlalu, 
dan orang kuatnya masih dalam gendongan. 

Kasihan bangsa yang terpecah-pecah,dan masing-masing pecahan
menganggap dirinya sebagai bangsa.

K a h l i l G i b r a n

Rabu, 18 Januari 2012

AHMAD DAHLAN

Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta, tahun 1868, nama semasa kecilnya adalah Muhammad Darwis bin Kiai Hadji Aboebakar.

Tanggal 18 November 1912, ia mendirikan Muhammadiyah

Tahun 1917, Ahmad Dahlan mendirikan Aisyiah (Organisasi Wanita Muhammadiyah) dan Nasyiatul Aisyiah (Perkumpulan Gadis-gadis Muhammadiyah). Selain itu ia mendirikan Padvinder Muhammadiyah, Penolong Kesengsaraan Oemoem, Majlis Tabligh, Taman Pustaka, dll.

Tanggal 23 Februari 1923, Kiayi Ahmad Dahlan meninggal dunia di Yogyakarta. Ia diangkat menjadi pahlawan pergerakan nasional berdasarkan SK Presiden RI No. 657/1961, tanggal 27 Desember 1961.

Ensiklopedi Anak Nasional. 2009. Cileungsi-Bogor : PT. Delta Pamungkas.

Sabtu, 14 Januari 2012

PENCIPTAN MANUSIA

“Dan apakah tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakan dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia di hidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pada kali pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.”
(QS Yaasiin [36]: 77-79)

Sperma dan sel telur bertemu, dan kemudian bersatu membentuk sel tunggal yang disebut zigot. Satu sel tunggal ini merupakan cikal-bakal manusia. Sel tunggal ini kemudian membelah dan memperbanyak diri. Beberapa Minggu setelah penyatuan sperma dan telur ini, sel-sel yang terbentuk mulai tumbuh berbeda satu sama lain dengan mengikuti perintah rahasia yang diberikan kepada mereka. Sungguh sebuah keajaiban besar: sel-sel tanpa kecerdasan ini mulai membentuk organ dalam, rangka, dan otak.
           

Lidah

“Siapa yang menahan lidahnya, pasti Allah menutupi auratnya, siapa yang dapat menahan amarahnya, pasti Allah akan melindunginya dari siksa-Nya, dan siapa yang memohon ampunan kepada Allah, pasti Allah akan menerima permohonan ampunannya.” (HR Ibnu Abu Dunya).

Bahaya lidah sangat besar dan tidak ada orang yang bisa selamat darinya kecuali orang yang diam. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang diam, pasti selamat.” (HR Tirmidzi).

tembang Jayabaya

Pancen wolak-waliking jaman, amenangi jaman edan
Ora edan ora kumanan
Sing waras padha nggagas
Wong tani padha di taleni
Wong dora pada ura-ura
Beja-bejane sing lali, lisih beja kang eling lan waspadha
Wong waras lan adil uripe ngenes lan kepencil
Sing ora abisa maling digethingi
Wong pinter durhaka dadi kanca
Wong bener sangsaya thenger-thenger
Wong salah sangsaya bungah
Akeh bandha musna tan karuan larine
Angkeh pangkat lan drajat padha minggat tan karuan sebab
Akeh wong nglanggar sumpahe dhewe
Manungsa padha sseneng ngalap
Tan anindakake hukuming Allah
Barang jahat diangkat-angkat
Barang suci dibenci
Sing edan padha bisa dandan
Sing ambangkan padha bisa nggalang omah gedong magrong-magrong

Hasan al-Bashri

Hasan al-BAshri adalah ulama besar yang disegani siapa saja dan perkataannya didengarkan siapa saja. Suatu hari para budak di kota Basrah datang menemuinya. Mereka meminta padanya agar dalam khotbah Jumatnya menyerukan kepada para penguasa dan orang kaya untuk membebaskan para budak. Sebab al-Quran menyerukan pembebasan budak. Tabiin besar itu hanya mengangguk dan berkata lirih, “Insya Allah.”

Kamis, 12 Januari 2012

Krisis Ilmu

“ Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hamba-hamba-Nya selain dengan diwasiatkannya para ulama. Sehingga, saat tidak tersisa lagi orang berilmu, orang-orang mengangkat tokoh pemimpin yang bodoh yang ketika ditanya mereka menjawab tanpa kapasitas ilmu. Sungguh, mereka sesat dan menyesatkan.” (HR Bukhari - Muslim).

Pesan Rasulullah SAW di atas memprediksi kondisi masyarakat tanpa pedoman cahaya ilmu. Pesan ini mungkin terkesan kontradiktif jika dibandingkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern kini yang berlangsung sedemikian pesat. Meski, pertanyaan lain muncul, jika memang ilmu pengetahuan demi kebaikan orang banyak, lantas kenapa kebejatan moral justru identik dengan perkembangan ilmu pengetahuan?

Kamis, 15 Desember 2011

APAKAH SUDAH ENGKAU LAKUKAN ?

Pada sebuah khutbah dari Syaikh Muhammad Al Munjid, mengawali ceramahnya dengan sebuah pertanyaan, kenapa kita tidak menerapkan apa yang sudah kita ketahui??

Kemudian dalam ceramahnya ia melontarkan banyak pertanyaan;