[164]
· Pada 1870 M, Jerman di bawah Kaisar Wilhelm I dan Perdana Menteri Otto van Bismarck, menjadikan Negara Kesatuan Jerman tumbuh menjadi negara Imperialis Barat. Namun, kemajuan Jerman menimbulkan reaksi dari kalangan buruh kulit putih yang tertindas, yakni kaum Proletar, yang nasibnya sebagai buruh penuh derita, miskin dihisap tenaganya, dan ditindas oleh kalangan kapitalis, pemilik modal, dan kaum borjuis yang didukung oleh kalangan gerejawan, menindas kaum Proletar. Ternyata di Eropa pun kaum Proletar bernasib sama.
· Muncullah Karl Marx, di Jerman mengadakan gerakan menyadarkan kaum buruh bahwa kemiskinan yang dideritanya sebagai kemiskinan struktural. Kemiskinannya sebagai produk dari penindasan kaum borjuis. Hanya dengan melalui Revolusi Buruh, kaum buruh akan terlepas dari penderitaan hidupnya.
· Ajaran Karl Marx tentang Komunisnya bertujuan, membangun masyarakat komunis sebagai masyarakat tanpa kelas (class less society). Suatu masyarakat yang tidak lagi terbagi dalam dua stratifikasi: yang memerintah dan yang diperintah. Tidak ada borjuis penindas dan proletar yang menjadi tertindas. Menjadi masyarakat sama rata sama rasa, tanpa agama dan tanpa pemerintahan.