Jumat, 29 Juni 2012

Serat Babad Tanah Jawa


ZAMAN GEMBLUNG
Sri Winata Achmad
Diva Press
Jogjakarta, 2011

Bersama datangnya seorang pendeta
Terjadi prahara hujan dan angin
Gunung menggelegar
Kilat dan petir
Langit berselimutkan awan gulita
Banyak makhluk halus terusik
Semua setan berlari tunggang-langgang
Banaspati mengungsi
Demikian pula dengan ilu-ilu dan janggitan

Jin peri dan bekasakan, mengungsi di samudra
Raksasa berlari
Dhemit thethekan berlari kencang
Semuanya mengungsi
Tidak kuasa akan panasnya hawa

Sementara,
Sang Hyang Semar dan Sang Hyang Togog lama bertapa di gunung
Bertempat tinggal di kakinya
Berpadepokan di Merbabu
Betapa terkejut
Menyaksikan prahara yang sangat dahsyat
Makhluk halus yang terusik
Berlari tunggang-langgang berebut depan
Semuanya mengungsi di samudra

Sang Hyang Semar berkata
“Ki Togog berada di mana?”
Makhluk halus berada dalam kekacauan
Prahara besar telah terjadi
Bumi bergoyang-goyang
Gempa dan angin besar melanda
Awan gelap gulita
Kilat menyambar-nyambar
Gunung menggelegar dan bergoncang-goncang

Sang Hyang Togog menjawab pelan
“Aku tak tahu terserah pada Adhi Semar!”
Akhirnya, Sang Hyang Togog memberi tahu
Jika ia tak tahu tentang kehendak Sutan Rum mengutus pendeta
Syekh Bakir namanya
Menanam tumbal dengan gunung di tanah Jawa

Sang Hyang Togog yang telah menemui sang pendeta
Utusan dari Sultan Rum berkata
“Sang pendeta dari Rum itu yang menenung semua makhluk halus, hingga tak satu pun yang tak mengungsi, semuanya pergi meninggalkan tempat kediamannya.”

Bersama Sang Hyang Togog
Sang Hyang Semar menemui pendeta dari Rum
Di perjalanan tak dikisahkan
Sesampai dihadapkan sang pendeta Syekh Bakir
Sang Hyang Semar menyaksikan gunung Tidar meluncur di hadapannya

Serat Sabda Palon


ZAMAN GEMBLUNG
Sri Winata Achmad
Diva Press
Jogjakarta, 2011


Benar-benar kesengsaraan di tanah Jawa semasa tahun 1870
Ibarat menyeberangi sungai baru sampai di tengah, sungai itu banjir bandang
Karena kedalamannya, sungai itu menenggelamkan manusia
Banyak manusia mati

Petaka yang timbul di seluruh tanah Jawa, berkat dari Sang Pemberi Hidup
Tak dapat dielakkan
Karena, dunia ini dalam genggaman kekuasaan-Nya
Seluruh para dewata hanya memberikan tanda
Bahwa dunia ini ada yang menciptakannya

Beraneka rupa petaka yang menghancurkan pulau Jawa
Seluruh orang yang bekerja penghasilannya tak mencukupi
Para bangsawan berduka
Para pedagang dalam kebangkrutan
Buruh berpenghasilan kecil
Petani hidup serba kekurangan, hasilnya banyak terbuang di sawah
Bumi kehilangan berkahnya
Banyak hama yang mendatangi
Banyak kayu yang hilang, ditebangi pencuri
Hingga hutan benar-benar hancur
Karena hasilnya dijadikan rebutan

Telah rusak tata kehidupan manusia
Bila malam gerimis banyak pencuri
Bila siang, banyak perampok di jalan
Banyak manusia saling berebut benar
Dengan berdalih hukum negara
Tak kuat menderita, namun terburu datangnya petaka yang sangat besar

Penyakit menjadi-jadi di tanah Jawa
Pagi sakit, sorenya mati

Selain petaka kematian
Terjadilah banjir yang mematikan
Hujan angin salah musim
Angin besar yang sangat menakutkan
Kayu-kayu besar roboh diterpa angin besar
Roboh berserakan
Sungai-sungai banjir
Bila diibaratkan seperti samudra
Gelombang naik ke daratan
Merusak batas pantai
Sedangkan kayu-kayu di sekitar sungai terseret arus banjir
Sampai ke laut
Batu-batu besar hanyut
Tenggelam, ikut terseret arus
Bergemuruh suaranya

Gunung-gunung besar meletus sangat menakutkan
Menggelegar suaranya
Lahar muntah ke segala penjuru
Meluap menggenangi
Menjelajah di tengah hutan dan desa besar
Banyak manusia mati
Kerbau dan sapi musnah
Sirna dan tidak dapat pulih kembali

Terjadi gempa tujuh kali sehari
Membuat manusia menderita
Tanahnya retak-retak
Para makhluk halus melempari
Menyeret seluruh manusia
Hingga ribut ke sana kemari
Banyak yang mengalami sakit raga
Hanya sedikit yang sembuh
Namun kebanyakan mati

(Serat Sabda Palon)
[210-213]

Zaman Gemblung


ZAMAN GEMBLUNG
Sri Winata Achmad
Diva Press
Jogjakarta, 2011

Kereta berjalan tanpa kuda
Tanah Jawa berkalung besi
Perahu berjalan di udara
Sungai kehilangan danaunya
Pasar kehilangan keramaiannya
Manusia menemukan zaman yang terbolak-balik

Kuda suka makan sambal
Perempuan mengenakan pakaian laki-laki
Banyak ayah lupa dengan anaknya
Banyak anak yang berani melawan ibu dan ayahnya
Sesama saudara saling berkelahi
Perempuan kehilangan rasa malunya
Laki-laki kehilangan rasa kejantanannya
Banyak laki-laki tidak punya istri
Banyak perempuan yang tidak setia pada suaminya
Banyak ibu yang menjual anaknya
Banyak perempuan yang menjual dirinya
Banyak orang yang tukar-menukar pasangan
Sering terjadi hujan salah musim
Banyak perawan tua

Banyak janda melahirkan anak
Banyak bayi yang mencari ayahnya
Perempuan melamar laki-laki
Laki-laki merendahkan derajatnya sendiri
Banyak anak lahir di luar nikah
Janda murah harganya
Janda seharga satu sen dua
Perawan senilai dua sen dua
Duda pincang senilai sembilan orang

(zaman gemblung_Prabu Jayabaya, raja Kediri pada abad ke-12. 1137-1159)
[201-202]

makna Serat Sabda Jati


ZAMAN GEMBLUNG
Sri Winata Achmad
Diva Press
Jogjakarta, 2011

Jangan berhenti berbuat kebajikan, Anakku,
Karena kau akan mendapatkan kegembiraan dan keselamatan,
Segala cita-citamu bakal tercapai,
Kau akan terhindar dari perbuatan sesat.

Dengan cara prihatin,
Cari dan temukan inti ilmu kehidupan,
Telitilah jangan sampai salah,
Endapkan di dalam hati,
Agar kau mudah menanggapi sesuatu.

Agar kau tetap selamat,
Hendaklah menjaga hati tetap jernih,
Kejernihan hati yang kosong,
Namun sebenarnya menyimpan cipta sejati,

Segala laku harus dijalankan sepenuh kesabaran,
Sebab jika bergeser, kau akan hancur berkepingan,
Jiwamu akan kemasukan setan gundul yang menggoda,
Dengan kendi berisi uang emas.

Bila kau terpengaruh akan perbuatan sesat,
Maka jiwamu akan menjadi sarang iblis,
Hingga kau mendapatkan kesulitan demi kesulitan,
Kau pun tak dapat bertindak dengan iktikad baik,
Seolah mabuk kepayang.

Bila kau sudah tak tertarik akan kebajikan,
Segala yang baik akan lari dari dirimu,
Sebab kau sudah diliputi dengan perbuatan dan pikiran buruk,
Hingga kau alpakan Tuhan,
Ajaran-Nya telah musnah tak berbekas.

Bila tak tahu akan kesejatian sabda,
Kau akan merasa repot dalam hati,
Bila tak kau ikuti sabda sejati,
Kau akan celaka,
Akibatnya kau akan hidup dalam kesengsaraan.

Bila kau percaya dengan kekuasaan dengan Tuhan,
Yang memberikan segala rupa,
Maka kebahagiaan akan kau temukan,
Demikian pula kemurahan-Nya.

Bagi kau yang telah sempurna melakukan prihatin,
Tuhan akan memberimu pertolongan,
Hingga kau tak akan kekurangan sandang dan pangan,
Segala yang kau dambakan akan menjadi kenyataan.

(Makna di dalam Serat Sabda Jati Karya R. Ng. Ranggawarsita III)
[122-124]

Rabu, 02 Mei 2012

Selamat Datang di Negeri Bokong


Puisi; A. Mustofa Bisri

Selamat datang di negeri bokong!
Negeri sejuta kubah bokong  
Negeri pengembangan peradaban bokong
Penggoyang kemapanan bokong

Negeri pengimpor kloset terbesar di dunia
Negeri yang tak pernah cukup dengan kursi-kursi yang ada
Karena di negeri bokong
Bokong adalah prioritas utama
Maka di negeri bokong
Orang berkelahi berebut bokong
Atau tempat-tempat bokong

Selamat datang di negeri bokong!
Negeri sejuta kubah bokong  
Negeri pengembangan peradaban bokong
Penggoyang kemapanan bokong

Negeri dengan falsafah hidup bokong
Dimana bokong mesti dikedepankan
Dan muka dikebelakangkan
Karena itu di negeri bokong
Meski KTP dan Pasport juga harus ada pasfotonya
Tapi bukan kepala dan muka yang harus tampak
Pasfoto di negeri bokong haruslah menampakan bokong

Di negeri bokong
Bokong adalah lambang negeri
Yang harus di hormati

Di negeri bokong
Bukan IQ bukan EQ juga bukan SQ yang menjadi ukuran
Tapi AQ, Ass Quotient

Selamat datang di negeri bokong
Negeri berbudaya bokong
Yang dipimpin oleh bokong-bokong

Negeri dimana bokong di puja
Di Mesjid, di Pura dan di Gereja
Diwiridkan di tempat-tempat keramat
Dan gedung mewah perwakilan rakyat
Kalian bilang
Bokong tempatnya di belakang
Karena kalian
Belum tahu nikmatnya bokong bergoyang

Cobalah ikuti
Bangsa bokong ini
Dan para pemimpinnya
Berdzikir dan bergoyang
Dan rasakan!
Bokong bokong bokong bokong bokong ....


Rembang, 20 Juli 2003

Senin, 09 April 2012

SUNSET BERSAMA ROSIE


Tere Liye
Mahaka Publishing
Jakarta, 2011
Rp. 60.000

Kupu-kupu berterbangan
Melintas di bebungaan
Semerbak wangi melambai
Menjanjikan kebahagiaan

Kabut memenuhi langit-langit
Putih-indah memesona
Embun merekah kemilau
Menjanjikan kebahagiaan

Cahaya matahari pagi
Melintas di sela dedaunan
Berlarik-larik mengambang
Menjanjikan kebahagiaan

Sebenarnya, apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki?
Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian?

Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang berdebu, begitu-begitu saja tidak istimewa. Malah lucu serta gemas saat dikenang.

Sebenarnya, apakah pengorbanan memiliki harga dan batasnya?
Atau priceless, tidak terbeli dengan uang, karena kita lakukan hanya untuk sesuatu yang amat spesial di waktu yang juga spesial?
Atau boleh jadi gratis, karena kita lakukan saja, dan selalu menyenangkan untuk dilakukan berkali-kali.

Sebenarnya, apakah itu arti ‘kesempatan’? apakah makna ‘keputusan’?
Bagaimana mungkin kita terkadang menyesal karena sebuah ‘keputusan’ atas sepucuk ‘kesempatan’?

Sebenarnya, siapakah yang selalu pantas kita sayangi?

Dalam hidup ini, banyak sekali pertanyaan tentang perasaan yang tidak pernah terjawab. Setidaknya kita dapat belajar ‘pemahaman baru’ dari hidup.

Kamis, 05 April 2012

KAU, AKU dan SEPUCUK ANGPOU MERAH


KAU, AKU dan SEPUCUK ANGPOU MERAH
Tere Liye
Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, 2012
Rp. 72. 000

Bagi Ibu, tertawa adalah ekspresi rasa senang tertingginya....Bagi Ibu, tertawa juga ekspresi rasa iba tertingginya.[20]

Benci atau suka itu relatif. Lama-lama terbiasa, lama-lama jatuh cinta...perasaan bisa menyesuaikan diri begitu hebat.[23]

Dari rasa dipaksa menjadi sukarela, dari rasa terhina menjadi di butuhkan, dari rasa disuruh-suruh menjadi penerimaan.[59]

Dunia ini terus berputar. Perasaan bertunas, tumbuh mengakar bahkan berkembang biak di tempat yang paling mustahil dan tidak masuk akal sekalipun. Perasaan-perasaan kadang dipaksa tumbuh di waktu dan orang yang salah. [146]

Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong. [173]

Ada yang lebih berharga dari pada uang. Apalah artinya transaksi jual beli, kau dapat bayaran. Dua-tiga hari, konsumen sudah lupa. Beda halnya dengan utang budi. [181]

Cara terbaik agar langgeng justru berpikir sebaliknya dari orang-orang. [182]

Di dunia ini terkadang urusan yang dicari sering kali menjauh, sebaliknya, urusan yang tidak dicari malah mendekat-dekat.[184]

Terkadang dalam keterbatasan, kita harus bersabar menunggu rencana terbaik datang, sambil terus melakukan apa yang bisa di lakukan.[210]

Bagi bayi sakit adalah tahapan naik kelas. Sakit sebelum bisa merangkak, sakit sebelum bisa berdiri, sakit sebelum bisa berjalan. Bagi kita yang sudah dewasa sakit adalah proses pengampunan. [250]

Bersabarlah, semoga Tuhan membalas dengan kabar hebat.[251]

Banyak sekali orang yang jatuh cinta lantas sibuk dengan dunia barunya itu. Sibuk sekali, sampai lupa keluarga sendiri, teman sendiri.[257]

Hanya perlu bersabar, dan semua skenario baik itu tercipta sendiri...cinta selalu saja misterius, jangan diburu-buru atau kau akan merusak jalan ceritanya sendiri. [288]