Selasa, 07 Februari 2012

BOHONG

Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi Online mengartikan bohong sebagai tidak sesuai dengan hal yang sebenarnya atau bukan yang sebenarnya (palsu). Maka, dengan pengertian ini, berbohong berarti menyatakan yang tidak sebenarnya.

Berdasarkan bentuk dan motifnya, bohong banyak macamnya. Ada yang dikenal sebagai bohong besar (big lie). Bohong besar berupaya untuk mengelabui korban untuk mempercayai yang sebenarnya kontradiktif dengan apa yang ia ketahui, atau pemahaman umum. Ini adalah pemutar balikan fakta. Konon, Adolf Hitler adalah tokoh kebohongan ini

Kompas | Opini | Albiner Siagian | Senin, 17 Januari 2011

11 aturan yang tidak dipelajari anak Anda di sekolah

Aturan 1: Hidup ini tidak fair, tidak adil – biasakan diri dengannya!

Aturan 2: Dunia tidak peduli dengan rasa harga dirimu. Dunia mengharapkan Anda menyelesaikan sesuatu SEBELUM Anda merasa baik tentang diri Anda.

Aturan 3: Anda TIDAK akan mendapatkan uang $ 60 000 (Rp 600 000 000) setahun setelah Anda tamat sekolah menengah. Anda tidak akan menjadi wakil direktur dengan sebuah telepon mobil sampai Anda mendapatkan kedua-duanya (penghasilan sebesar itu dan jabatan seperti itu).

Aturan 4: Jika Anda pikir gurumu keras, tunggulah sampai Anda mendapatkan seorang bos.

Aturan 5: Pekerjaan hina dengan penghasilan  rendah tidaklah mengurangi kehormatan Anda. Kakek-nenekmu punya istilah berbeda untuk pekerjaan seperti itu: mereka menyebutnya kesempatan.

Aturan 6: Jika Anda gagal, itu bukanlah kesalahan orang tuamu. Karena itu, janganlah sesali kesalahanmu, belajarlah dari kesalahan itu.

Aturan 7: Sebelum Anda lahir, orang tuamu tidak merasa sebosan sekarang. Mereka bosan karena membayar rekening tagihan untukmu, mencuci pakaianmu, dan mendengarkan ocehanmu tentang betapa dinginnya udara. Karena itu, sebelum Anda selamatkan hutan tropis dari parasit generasi orang tuamu, cobalah bersihkan kloset (WC) di kamarmu sendiri.

Aturan 8: Sekolahmu mungkin telah menentukan siapa pemenang dan pecundang (yang kalah), tapi hidup TIDAKLAH DEMIKIAN. Di beberapa sekolah, mereka telah menghapus nilai gagal dan mereka akan memberimu BANYAK KESEMPATAN sesuai dengan keinginanmu untuk mendapatkan jawaban yang benar. Ini sama sekali tidak menggambarkan APA PUN dalam kehidupan nyata.

Aturan 9: Kehidupan tidak dibagi ke dalam semester demi semester. Anda tidak mendapatkan liburan tahunan dan hanya segelintir majikan yang berminat membantu Anda MENDAPATKAH LIBURAN. Lakukan itu dengan mengatur waktu Anda sendiri.

Aturan 10: Televisi BUKANLAH kehidupan yang nyata. Dalam kehidupan nyata sesungguhnya orang harus meninggalkan kedai kopi dan pergi bekerja.

Aturan 11: Berbaik-baiklah dengan orang yang tidak mampu atau bodoh. Bisa terjadi suatu waktu kelak Anda terpaksa bekerja pada salah seorang seperti itu.

Bill Gates

Senin, 06 Februari 2012

Berobat Sesuai Syariat Agama

TANYA                 :
Assalamualaikum wr wb
Paman saya mempunyai kepercayaan yang unik. Jika beliau sakit, beliau tidak hanya pergi ke dokter, tapi juga ke kiai. Dan sang kiai selalu mengatakan, ada orang yang berniat pada paman dengan mengirimkan penyakit itu. Lalu, sang kiai memberi paman air yang sudah diberi do’a (biasanya dalam bahasa Arab) supaya diminum tidak hanya oleh paman, tapi juga oleh keluarga.
Apakah perbuatan ini benar dalam Islam? Saya takut paman telah beruat syirik. Mohon penjelasan.
Hamba Allah, Jakarta
JAWAB                                 :

Jumat, 03 Februari 2012

Benda seni di Istana Presiden

Bung Karno adalah perintis pengoleksian benda-benda seni untuk Istana Presiden, namun ia tidak berhasrat untuk menghitung nilai nominalnya. Pada saat Istana dikuasai Presiden Soeharto benda seni di Istana presiden di posisikan sebagai benda hiasan belaka, istana tidak pernah mendaftarkan benda-benda tersebut sebagai aset negara. Secara resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) menghargai tiap benda koleksi itu hanya satu rupiah.

Jumlah keseluruhan benda seni milik Istana Presiden, sesuai pendataan per 31 Desember 2010, sebanyak 15.991 buah. Koleksi itu dikumpulkan sejak zaman Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Rincian jumlah koleksi tersebut, adalah :

AL-BARZANJI

Al-Barzanji adalah sebutan lain bagi kitab Ilqd al-Jawahir (Kalung Permata), ditulis oleh Syekh Jaifaral-Barzanji bin Husen bin Abdul Karim yang lahir di Madinah tahun 1690 dan meninggal di sana pada 1766. nama al-Barzanji di bangsakan kepada penulisnya, yang juga diambil dari tempat asal keturunannya yaitu daerah Barzinj atau Kurdistan.

Nama al-Barzanji menjadi populer tahun 1920-an ketika Syekh Mahmud al-Barzanji memimpin pemberontakan nasional Kurdi terhadap Inggris yang pada waktu itu menguasai Irak. Kitab al-Barzanji di tulis dengan tujuan untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dab meningkatkan ghirah umat. Dalam kitab itu riwayat Nabi SAW dilukiskan dengan bahasa yang indah dalam bentuk puisi serta prosa (nasr) dan kasidah yang sangat menarik.

asal usul BANDUNG

Mengenai asal-usul nama "Bandung", dikemukakan berbagai pendapat. Sebagian mengatakan bahwa, kata "Bandung" dalam bahasa Sunda, identik dengan kata "banding" dalam Bahasa Indonesia, berarti berdampingan. Ngabanding (Sunda) berarti berdampingan atau berdekatan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka (1994) dan Kamus Sunda-Indonesia terbitan Pustaka Setia (1996), bahwa kata bandung berarti berpasangan dan berarti pula berdampingan.

Pendapat lain mengatakan, bahwa kata "bandung" mengandung arti besar atau luas. Kata itu berasal dari kata bandeng. Dalam bahasa Sunda, ngabandeng berarti genangan air yang luas dan tampak tenang, namun terkesan menyeramkan. Diduga kata bandeng itu kemudian berubah bunyi menjadi Bandung. Ada pendapat lain yang menyatakan bahwa kata Bandung berasal dari kata bendung.
Pendapat-pendapat tentang asal dan arti kata Bandung, rupanya berkaitan dengan peristiwa terbendungnya aliran Sungai Citarum purba di daerah Padalarang oleh lahar Gunung Tangkuban Parahu yang meletus pada masa holosen (± 6000 tahun yang lalu).

Bancakan Jenang

Syukur dan Pelestarian Pangan di “Negeri Janang Kudus”

.................................
Jenang atau yang kerap disebut dodol
Berdasarkan data Desa Kaliputu, ada 48 industri jenang skala besar maupun kecil,....setiap industri jenang menyerap 15-50 tenaga kerja. Setidaknya sekitar 960 warga bekerja di sektor industri jenang dari total penduduk Desa Kaliputu 2.094 orang.

Mitos

Berikut adalah cerita dari Kepala Desa kaliputu, Suyadi.