Selasa, 10 Januari 2012

makalah Makar

KATA PENGANTAR

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. mereka Itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (Q.S. Ali Imran: 150)

Kehidupan ditakdirkan untuk berbeda dan dari perbedaan itulah kita akan temui bentuk kebijaksanaan. Namun manusia adalah manusia, kebijaksanaan pun diterjemahkan menurut tafsiran masing-masing pribadi, ada kebijakan yang benar-benar bijak ada pula kebijakan yang membebankan/mempersulit  orang lain.
Dari perbedaan kebijakan dan dari perbedaan penafsiran kebijakan, maka akan terbentuk dua kubu, yaitu kubu Pro dan kubu Kontra dari sinilah semua akan berawal.

NASIONALISME

Menurut Khon (1961), nasionalisme adalah ideologi yang menyatakan kesetiaan tertinggi individu diserahkan kepada negara kebangsaan.

Watak nasionalisme sudah ada sejak zaman bangsa Ibrani kuno dan Yunani kuno. Kedua bangsa ini mempunyai kesadaran tinggi bahwa mereka berbeda dengan bangsa lain. Pendukung ideologi nasionalisme Ibrani dan Yunani Kuno bukan raja atau kaum padri, tetapi seluruh rakyat.

Nasionalisme bangsa Ibrani kuno dan Yunani Kuno ini lahir dari tiga kesadaran kesadaran kolektif, yakni; kesadaran sebagai bangsa terpilih, kesadaran akan kenangan yang sama mengenai masa lalu dan harapan sama akan masa datang, serta adanya kesadaran bahwa mereka memiliki tugas khusus di dunia.

_Kompas Pendidikan dan Kebudayaan|Teroka|Tjahjono Widijanto|Sabtu, 08 Januari 2011­_

TEKS PIAGAM MADINAH

Ini adalah konstitusi dari Nabi Muhammad SAW, kalangan mukminin dan muslimin (yang berasal) dari Quraisy dan Yastrib, dan orang yang mengikuti mereka, menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka.

1.       Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komunitas) manusia lain.

2.       Kaum Muhajirin dan Quraisy sesuai kebiasaan mereka, bahu membahu membayar denda diantara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara baik dan adil diantara mukminin.

3.       Banu’Auf, Bani Sa’idah, Bani Jusyam, Banu Al Najjar, Banu Al Nabit, Banu Al ‘Aus sesuai kebiasaan mereka, bahu membahu membayar denda di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil diantara mukminin.

PANGERAN DIPONEGORO

Putra Sulung Soeltan Hamengkubuana III, dididik oleh moyangnya Ratu Tegalreja Magelang

H.J. Van den Berg, dalam ‘Dari Panggung Peristiwa Sejarah Dunia, III, menyatakan Pangeran Diponegoro sebagai seorang Muslim yang saleh taat pada aturan agama Islam. Ia menentang tingkah laku Sultan Hamengkubuana IV yang mengikuti kebiasaan orang kafir Belanda, suka mabuk-mabukan hingga mati dalam keadaan mabuk minuman keras. Residen Smissaert mengangkat putranya yang berusia tiga tahun sebagai Sultan Hamengku Buana V.

Minggu, 08 Januari 2012

PERANG PADRI

Amerika Serikat, jauh sebelum meletusnya perang Padri, 1821-1837 M, sudah mengadakan kontak dagang dengan Indonesia di Agam Sumatra Barat. Kedatangan Amerika serikat menimbulkan kelompok Wahabi kuat perekonomiannya. Namun, kolonial Belanda berusaha meniadakan pengaruh Amerika Serikat di Sumatra Barat, dengan menggunakan potensi kaum adat  melawan Wahabi dalam Perang Padri yang berlangsung selama 17 tahun. Alasan Belanda membantu kaum Adat karena amalannya tidak Islami, mereka biasa main judi, dan minum-minuman keras.[hal, 169]

PERANG ATJEH

[258]
Perang Aceh (1873-1914 M), dilakukan setelah runtuhnya Negara Gereja Vatikan (1869 M) dan terbukanya Terusan Suez (1869 M). Dengan dikuasainya Aceh jalur niaga dari Nusantara dan Timur Tengah menjadi dekat dan Aceh adalah yang menghubungkan Asia, Afrika dan Eropa.

[262]
Perang Aceh meletus karena adanya perjanjian hubungan diplomatik antara Kesultanan Aceh dengan Konsul Amerika Serikat di Singapura, juga bekerja sama dengan Italia. Akibatnya pada Maret dan April 1873 M 8000 pasukan Belanda menduduki Aceh. M.C. Ricklefs menuliskan 80 orang serdadu Belanda mati termasuk Djenderal Kohler.

Pengembangan Diri

1.      Pengertian
Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah / madrasah. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karier peserta didik, serta kegiatan ekstra kurikuler. Untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan peserta khusus didik.
Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sendiri sesuai bakat dengan kebutuhan, bakat, minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi Mts Mekarwangi Kabupaten Bogor. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan / atau dibimbing oleh konselor, guru atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan kepramukaan, kepemimpinan dan Kelompok Ilmiah Remaja.